APA ITU ZAKAT FITROH DAN KAPAN WAKTUNYA
بسم الله الرحمن الرحيم
Dan juga hadits berikut:
عن بن عباس قال : فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات. رواه أبو داود وابن ماجة وغيرهما.
“Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu beliu menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah guna membersihkan orang-orang yang berpuasa dari noda perbuatan sia-sia dan rafats (keji), dan guna memberi makan kepada orang-orang miskin. Baranng siapa yang menunaikannya sebelum shalat ied, maka yang ia keluarkan dianggap sebagai zakat yang diterima (sah), dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat ied, maka yang ia keluarkan dianggap sebagai shadaqah biasa.”(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dll)
Waktu mengeluarkan zakat fitrah yaitu dari awal ramadhan sampai sebelum sholat ied
Dari Madhab Imam as-safe'i R.a yg lebih di utamakan /افضل dalam zakat yaitu makanan pokok, Beras,jagung, gandrum dll.
Dan sebagian ulama’ dan ini merupakan mazhab Hanafiyah, membolehkan untuk membayar zakat fitrah dengan uang seharga nishabnya (seharga beras )
Di Syarat kan ber Taklid Ke imam Hanafi Yang berbadhab imam Asafei r.a .Carananya Niat aku bertaklid ke Imam hanafi di pembayaran jakat fitrah
Dan Berniat Seperti biasa umum nya mengeluarkan zakat fitrah ada lapad dan artinya gambar di bawah . Atau misalnya tetap pingin zakat dengan makanan pokok maka uangnya beli in dulu ke beras dan Kasihin ke mustahiq nya
Biasanya pengurus amil zakat sudah menyediakan beras khusus buat jual beli dan memberi kan kembali dengan niat berzakat Orang (muzakki) yg berjakat.
1. pada dasarnya membayar zakat fitrah dengan uang menurut madzhab Syafi’iy tidak diperbolehkan, sedangkan menurut madzhab Hanafiy diperbolehkan.
( مسألة ) لا تجزئ القيمة في الفطرة عندنا . وبه قال مالك وأحمد وابن المنذر . وقال أبو حنيفة يجوز حكاه ابن المنذر عن الحسن البصري وعمر بن عبد العزيز والثوري قال وقال إسحاق وأبو ثور لا تجزئ إلا عند الضرورة اهـ المجموع شرح المهذب (الشافعية) الجزء السادس ص: 113
Berpijak pada pendapat Imam Abu Hanifah yang memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dengan uang maka kadar uang yang harus dikeluarkan sebagai zakat fithrah disesuaikan dengan harga 1 Sho bahan makanan versi madzhab Hanafi (sekitar 40.000 )
dengan asumsi
– kadar zakat 3,8 kg beras
– harga beras 10.000
(38.000 dibulatkan 40.000)
*sekedar perkiraan nominalnya bisa berubah
الفقه الاسلامى الجزء الثانى ص: 909-910
قال الحنفية تجب زكاة الفطر من أربعة أشياء الحنطة والشعير والتمر والزبيب وقدرها نصف صاع من حنطة أو صاع من شعير أو تمر أو زبيب والصاع عند أبي حنيفة ومحمد ثمانية أرطال بالعراقي، والرطل العراقي مئة وثلاثون درهماً، ويساوي 3800 غراماً؛ لأنه عليه السلام كان يتوضأ بالمد رطلين، ويغتسل بالصاع ثمانية أرطال وهكذا كان صاع عمر رضي الله عنه وهو أصغر من الهاشمي، وكانوا يستعملون الهاشمي.. إلى أن قال.. دفع القيمة: ويجوز عندهم أن يعطي عن جميع ذلك القيمة دراهم او دنانير او فلوسا او عروضا او ما شاء لأن الواجب في الحقيقة إغناء الفقير لقوله صلى الله عليه وسلم اغنوهم عن المسألة في مثل هذا اليوم والإغناء يحصل بالقيمة بل اتم واوفر وايسر لأنها اقرب الى دفع الحاجة فتبين ان النص معلل بالإغناء اهـ
Jakat firah pake uang seharga nisabnya
referensi Dari Al kitab
Majmu Syarah muhaddab Kararangan Imam annawawi juz 6 halaman 113
.referensi Membayar zakat dengan harganya kitab Rahmatul Ummah hal 63
Dowload kitab nya Disini
https://drive.google.com/file/d/1RS_Ajb0DWbsnGdjLoq_AmC58_WockHAM/view?usp=drivesdk
Dan kitab ianutolibin juz 2 hal 198
Dowload kitabnya disini
https://drive.google.com/folderview?id=1LE-s1Mo3yEBVrusTXPasB18NqEkaaWQF
Beliu berdalil dengan berbagai dalil, diantaranya beliu beralasan: Diantara tujuan diwajibkannya zakat fitrah ialah guna mencukupi kebutuhan orang-orang miskin, padahal mereka bukan hanya butuh kepada makanan saja, tapi juga butuh kepada lain-lainnya apalagi di daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya tidak terlalu parah, sehingga untuk kebutuhan makanan, mereka dapat memenuhinya dengan sendiri. Sehingga kurang berarti bila kita memberi mereka bahan makanan, beda halnya bila kita memberi mereka uang seharga beras (bahan makanan) tersebut.
Dan mereka juga berdalil bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah tatkala ia menjabat sebagai khalifah di zamannya, ia membolehkan untuk membayar zakat fitrah dengan uang.
Dari sedikit pemaparan di atas, maka jelaslah bahwa:
Pendapat pertama lebih kuat, karena dalil-dalil yang mereka ajukan lebih kuat dan lebih jelas.Pendapat pertama selain lebih kuat, juga lebih selamat, karena selaras dengan apa yang dijalankan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya.Dan dari hadits kedua di atas kita mendapatkan keterangan yang jelas, bahwa zakat fitrah harus ditunaikan sebelum kita shalat ied, dan tidak sah bila ditunaikan setelah kita shalat ied.
Bagai mana
Bila amil zakat
Amil sendiri berasal dari kata amila ya’malu yang artinya mengerjakan atau melakukan sesuatu.
Kata amil bermakna orang yang mengerjakan sesuatu. Sementara Imam Syafi’i menyebutkan bahwa amil zakat adalah orang yang diangkat oleh wali atau penguasa untuk mengumpulkan zakat.
Singkatnya, amil zakat adalah orang-orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Bila amil zakat Membagikan Sebelum ied,maka ter laksanakan tugas sebagai amil zakatnya dan bila amil zakat
memberikan harta sudah sholat ied?jawabnya Itu sodakoh sunnah /bukan zakat.
walau pun bentuk nya harta dari zakat.Karna Kelalaian amil zakat.
Bagai mana Beban Kewajiban Muzaky (pemberi zakat )
Jawab nya
Maka beban kewajiban muzaky ( yang zakat) Udah terlepas(gugur) Karna muzaky Sudah memberikan ke mustahiq zakat (amil zakat )yg Menerima zakat
Al hasil Sah .Walau pun amil zakat membagikannya Sesudah Ied..itu Beban Amil
Zakat Bukan Beban Memberi zakat ( Muzaky )
Lantas apakah wajib mengqadlanya? Jawabanya yang tersedia dalam pelbagai kitab fikih, terutama dalam madzhab syafi’i yang kami temukan adalah wajib untuk segera mengqadlanya.
وَلَا يَجُوزُ تَأْخِيرُهَا عَنْ يَوْمِ الْفِطْرِ فَاِنْ أَخَّرَهَا أَثِمَ وَلَزِمَهُ الْقَضَاءُ “Dan tidak boleh mengakhirkan zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri, karenanya jika seseorang mengakhirkannya maka ia berdosa dan wajib mengqadlanya” (Abu Ishaq as-Syirazi, at-Tanbih fi Fiqh asy-Syafi’i, Bairut-Alam al-Kutub, 1403 H, h. 61) وَيَجِبُ الْقَضَاءُ فَوْرًا لِعِصْيَانِهِ بِالتَّأْخِيرِ وَمِنْهُ يُؤْخَذُ أَنَّهُ لَوْ لَمْ يَعْصِ بِهِ لِنَحْوِ نِسْيَانٍ لَا يَلْزَمُهُ الْفَوْرُ
“Dan wajib mengqadla (bagi orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fitrah sampai melebihi hari raya Idul Fitri, pent) dengan segera karena kesalahannya (maksiat) dengan melakukan pengakhiran tersebut. Dan dari sini juga dapat dipahami bahwa seandainya pengakhiran tersebut bukan karena kesalahan yang sengaja dibuat seperti karena lupa maka tidak harus segera mengqadlanya” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, Tuhfah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, Mesir al-Maktabah at-Tijariyah al-Kubra, 1357 H/1983 M, juz, 4, h. 381) Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi yang berkewajiban menunaikan zakat fitrah segeralah memberikan kepada yang berhak dan jangan menundanya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, Wassalamualaikum wr. wb
والله اعلم
Semoga apa yang kami sampaikan bermanfa'at. amien...
wallahu a’lam bisshowab.
Addoif . محمد حسن بصري عفى الله عنا
Mudah2an bermanfaat
Kunjungi blog kami tentang siapa saja mustahiq zakat itu
Link klik di sini http://mencariilmuagamamhbs.blogspot.com/2022/04/orang-yang-menerima-zakat.html
Komentar