HUKUM SUARA PEREMPUAN DALAM SHOLAT BERJAMA'AH DI RUMAHNYA
HUKUM SUARA PEREMPUAN DALAM SHOLAT BERJAMA'AH DI RUMAHNYA menjelaskan perincian hukum seperti ini, Imam An Nawawi dalam Kitab Al Majmu'mengatakan ูุฃู
ุง ุงูู
ุฑุฃุฉ ููุงู ุฃูุซุฑ ุฃุตุญุงุจูุง ุฅู ูุงูุช ุชุตูู ุฎุงููุฉ ุฃู ุจุญุถุฑุฉ ูุณุงุก ุฃู ุฑุฌุงู ู
ุญุงุฑู
ุฌูุฑุช ุจุงููุฑุงุกุฉ ุณูุงุก ุตูุช ุจูุณูุฉ ุฃู ู
ููุฑุฏุฉ ูุฅู ุตูุช ุจุญุถุฑุฉ ุงุฌูุจู ุฃุณุฑุช ูู
ู
ู ุตุฑุญ ุจูุฐุง ุงูุชูุตูู ุงูู
ุตูู ูุงูุดูุฎ ุฃุจู ุญุงู
ุฏ ูุงูุจูุฏููุฌู ูุฃุจู ุงูุทูุจ ูู ุชุนููููู
ุง ูุงูู
ุญุงู
ูู ูู ุงูู
ุฌู
ูุน ูุงูุชุฌุฑูุฏ ูุขุฎุฑูู ููู ุงูู
ุฐูุจ Artinya, "Dan Adapun perempuan, maka mayoritas ulama mazhab Syafi'i berpendapat, bila perempuan shalat di tempat sepi,(kamar )atau di hadapan perempuan atau di hadapan lelaki mahram, maka ia sunah mengeraskan suara bacaan Al-Qur'an (dan semisalnya), baik ia shalat dengan mengimami jamaah perempuan atau shalat sendiri Dan bila perempuan itu shalat di hadapan lelaki nonmahram, maka ia sunnah melirihkan (sekadar terdengar sendiri)bacaannya. Dan di antara ulama yang secara terang-terangan memerinci hukum seperti ini adalah penulis Kitab Al Muhadzdzab...